Membuat aplikasi CRUD dasar menggunakan Grails

Grails merupakan framework bentukan dari Spring yang bersifat robust dan agile. Terinspirasi oleh ruby, akhirnya framework grails memiliki kapabilitas sepertu Ruby, bahkan saya katakan lebih baik. Dalam implementasinya, setelah menginstall Grails dalam OS dan setup aplikasi, Grails dapat membuat aplikasi CRUD dengan sangat cepat karena telah memiliki standar dalam scaffolding sebuah aplikasi, yakni meliputi MVC ( model , view dan controller ). Terminologi dalam konsep MVC Grails, Model dinamakan domain. Setelah domain dibuat, developer dapat men-generate view dan controller secara otomatis menggunakan command atau terminal. Sehingga, developer hanya perlu memikirkan business process aplikasi yang akan dibangun. Dalam kesempatan kali ini, saya akan share bagaimana membuat aplikasi CRUD dengan sangat cepat menggunakan Grails. IDE yang akan saya gunakan kali ini adalah Intellij IDEA. Tapi hal ini bias di gantikan oleh Eclipse, Netbeans, STS ( Spring Tool Suite ), GGTS ( Groovy and Grails Tool Suite) So, let’s start it.
1. Buat project

2. Spesifikasikan Grails sebagai framework yang akan digunakan, dan masukkan nama project

3. Struktur project aplikasi Grails. Domain classes, merupakan directory model/ POJO. Contollers directory untuk membuat business logic aplikasi. Views, merupakan directory file gsp ( servlet dalam grails ). Configuration directory untuk setup konfigurasi program. Services directory untuk menyimpan service aplikasi. Web-app untuk menyimpan file- file tambahan untuk mempercantik web seperti image, css dan java script.

4. Jalankan aplikasi grails apakah sudah bisa berjalan dengan baik atau belum.

5. Aplikasi Grails dipastikan bisa berjalan dengan baik apabila browser dapat menampilkan gambar seperti berikut

6. Selanjutnya, kita akan membuat satu domain Bank dalam project ini, yang nantinya akan otomatis men-generate controller dan view.

7. Domain Bank diatas, mirip seperti POJO pada umumnya, hanya saja tidak ada method getter dan setter. Static mapping berfungsi untuk custom display data dalam aplikasi yaitu penambahan time stamp dan sorting berdasarkan bankcode. Static constraints berfungsi seperti constraints dalam JPA pada umumnya yaitu untuk memvalidasi inputan dari user dengan batas- batas tersebut. Setelah membuat Domain, maka Controller dan View dapat degenerate secara otomatis.

8. Tampilan Controller dan View setelah degenerate Otomatis menggunakan IDE.

9. Jalankan aplikasi Grails kembali, kemudian akan Nampak salah satu url BankController. Yang mana link tersebut akan menuju scaffolding untuk domain Bank

10. Tampilan Scaffolding domain Bank. Untuk menambah data, kita gunakan New Bank

11. Penambahan data dalam domain bank. Penyimpanan data ini hanya bersifat sementara ( dalam memory ) karena kita masih belum men-set penyimpanan kedalam disk.

12. Tampilan dalam bentuk table dari data yang telah disimpan. Kita bisa melakukan modifikasi maupun penghapusan data melalui link dari masing- masing data yang ada.

13. Apabila salah satu link di klik, maka akan mengarah ke detail data tersebut. Dan terdapat tombol untuk edit maupun delete dari data yang dipilih. Proses diatas merupakan delete data setelah view detail.

14. Proses berikut menunjukkan data sedang di-update setelah view detail

15. Hasil dari data yang telah diupdate.

Tagged: , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: