Category Archives: Grails Framework

Aplikasi GRAILS dengan persistence GORM ( Grails Object Relational Mapping )

Object relational mapping ( ORM ) pada umumnya menggunakan Framework Hibernate atau EclipseLink sebagai provider-nya. Grails memiliki ORM tersendiri walaupun teknologinya mirip seperti Hibernate ataupun EclipseLink namun sedikit berbeda dalam penggunaanya. Penggunaan GORM dapat dengan mudah merelasikan Object ( Tabel ) yang satu dengan yang lain baik relasi one to many, many to one atau many to many. Sebelum melakukan setup GORM, kita harus setup DataSource terlebih dahulu untuk menentukan database yang akan digunakan, jika tidak kita akan menggunakan database default dari Grails yaitu H2 database yang sifatnya embeddable terhadap aplikasi.
1. Siapkan database dalam contoh ini kita akan menggunakan PostgreSQL dengan nama database simplegrailscrud
Masuk kedalam console psql

Membuat database simplegrailscrud dan menampilkan dalam daftar database

Masuk dan aktif kedalam database simplegrailscrud, dan buat schema master

Menampilkan search_path schema dan aktif kedalam schema master

2. Setup datasource dalam aplikasi grails.
Tampilan datasource awal dalam aplikasi grails

Merubah datasource dan database driver di Grails,

#Part datasource
pooled = true , artinya koneksi database dapat di pool / share
driverClassName = nama driver database, PostgreSQL
username = nama user database
password = password database
#Part environments
development = database untuk fase development program
test = database untuk fase test development program
production = database untuk fase production
karena kita fase development dan test, maka kedua setup environment tersebut harus sama
dbCreate = diubah ke update supaya data tidak hanya disimpan dalam memory tapi juga di-Flush kedalam database
url = diarahkan ke url database yang dituju
3. Tambah dependency driver JDBC PostgreSQL menggunakan gradle pada file BuildConfig.groovy

4. Siapkan desain ORM untuk aplikasi
dalam desain ini, Terdapat class Bank yang memiliki relasi One to Many terhadap class Branch, kemudian class Branch memiliki relasi One to Many terhapad class Account. Sehingga class Bank memiliki relasi Many to Many dengan class Account

5. Memodelkan class sesuai dengan desain yang telah ada
static hasMany = [branches: Branch] artinya class Bank memiliki banyak Branch dengan variabel branches

package simplegrailscrud

class Bank {

    static hasMany = [branches: Branch]

    String bankCode
    String bankName
    String location

    String toString(){
        return "${ bankCode - bankName }"
    }

    static mapping = {
        table name: "bank", schema: "master"
        autoTimestamp( true )
        sort 'bankCode'
        order 'asc'
    }

    static constraints = {
        bankCode( nullable: false, unique: true )
        bankName( nullable: false )
        location( maxSize: 2000 )
        branches();
    }
}

Class Branch, static belongsTo= [bank: Bank] artinya setiap data class Branch akan memiliki 1 relasi dengan class Bank menggunakan variabel bank. static hasMany = [accounts:Accounts] artinya class Branch memiliki banyak accounts.

package simplegrailscrud

class Branch {
    static belongsTo = [bank:Bank]
    static hasMany = [accounts:Accounts]

    String branchName

    static mapping = {
        table name: "branch", schema: "master"
        autoTimestamp( true )
        sort 'branchName'
        order 'asc'
    }

    static constraints = {
        bank()
        branchName()
        accounts()
    }
}

Class Accounts, static belongsTo = [branch: Branch] artinya setiap class Accounts memiliki 1 relasi dengan class Branch

package simplegrailscrud

class Accounts {

    static belongsTo = [branch : Branch]

    String accountName
    String accountType

    static mapping = {
        table name: "accounts", schema: "master"
        autoTimestamp( true )
        sort 'accountName'
        order 'asc'
    }

    static constraints = {
        accountName( nullable: false )
        accountType( inList: [ "basic", "silver", "gold" ])
        branch()
    }
}

setelah selesai membuat semua class/ domain, selanjutnya adalah men-generate class- class tersebut untuk menjadi Controller dan Views menggunakan command grails.
6. Jalankan aplikasi

Advertisements

Membuat aplikasi CRUD dasar menggunakan Grails

Grails merupakan framework bentukan dari Spring yang bersifat robust dan agile. Terinspirasi oleh ruby, akhirnya framework grails memiliki kapabilitas sepertu Ruby, bahkan saya katakan lebih baik. Dalam implementasinya, setelah menginstall Grails dalam OS dan setup aplikasi, Grails dapat membuat aplikasi CRUD dengan sangat cepat karena telah memiliki standar dalam scaffolding sebuah aplikasi, yakni meliputi MVC ( model , view dan controller ). Terminologi dalam konsep MVC Grails, Model dinamakan domain. Setelah domain dibuat, developer dapat men-generate view dan controller secara otomatis menggunakan command atau terminal. Sehingga, developer hanya perlu memikirkan business process aplikasi yang akan dibangun. Dalam kesempatan kali ini, saya akan share bagaimana membuat aplikasi CRUD dengan sangat cepat menggunakan Grails. IDE yang akan saya gunakan kali ini adalah Intellij IDEA. Tapi hal ini bias di gantikan oleh Eclipse, Netbeans, STS ( Spring Tool Suite ), GGTS ( Groovy and Grails Tool Suite) So, let’s start it.
1. Buat project

2. Spesifikasikan Grails sebagai framework yang akan digunakan, dan masukkan nama project

3. Struktur project aplikasi Grails. Domain classes, merupakan directory model/ POJO. Contollers directory untuk membuat business logic aplikasi. Views, merupakan directory file gsp ( servlet dalam grails ). Configuration directory untuk setup konfigurasi program. Services directory untuk menyimpan service aplikasi. Web-app untuk menyimpan file- file tambahan untuk mempercantik web seperti image, css dan java script.

4. Jalankan aplikasi grails apakah sudah bisa berjalan dengan baik atau belum.

5. Aplikasi Grails dipastikan bisa berjalan dengan baik apabila browser dapat menampilkan gambar seperti berikut

6. Selanjutnya, kita akan membuat satu domain Bank dalam project ini, yang nantinya akan otomatis men-generate controller dan view.

7. Domain Bank diatas, mirip seperti POJO pada umumnya, hanya saja tidak ada method getter dan setter. Static mapping berfungsi untuk custom display data dalam aplikasi yaitu penambahan time stamp dan sorting berdasarkan bankcode. Static constraints berfungsi seperti constraints dalam JPA pada umumnya yaitu untuk memvalidasi inputan dari user dengan batas- batas tersebut. Setelah membuat Domain, maka Controller dan View dapat degenerate secara otomatis.

8. Tampilan Controller dan View setelah degenerate Otomatis menggunakan IDE.

9. Jalankan aplikasi Grails kembali, kemudian akan Nampak salah satu url BankController. Yang mana link tersebut akan menuju scaffolding untuk domain Bank

10. Tampilan Scaffolding domain Bank. Untuk menambah data, kita gunakan New Bank

11. Penambahan data dalam domain bank. Penyimpanan data ini hanya bersifat sementara ( dalam memory ) karena kita masih belum men-set penyimpanan kedalam disk.

12. Tampilan dalam bentuk table dari data yang telah disimpan. Kita bisa melakukan modifikasi maupun penghapusan data melalui link dari masing- masing data yang ada.

13. Apabila salah satu link di klik, maka akan mengarah ke detail data tersebut. Dan terdapat tombol untuk edit maupun delete dari data yang dipilih. Proses diatas merupakan delete data setelah view detail.

14. Proses berikut menunjukkan data sedang di-update setelah view detail

15. Hasil dari data yang telah diupdate.