Category Archives: maven

Membuat Aplikasi Pertama Menggunakan Maven Archetype Quickstart

Membuat aplikasi menggunakan maven secara default, memberikan developer paket- paket opsional agar bisa memilih paket apa saja yang akan dikembangkan. Walaupun, maven sendiri memberikan keleluasaan developer dalam memilah dan memilih dependency maupun plugin yang akan digunakan dalam suatu aplikasi. Berikut langkah- langkah dalam membuat aplikasi menggunakan maven command

1. Buat direktori misalnya sampleapp. Lalu panggil perintah archetype generate

linux@linux $mkdir sampleapp
linux@linux $cd sampleapp
linux@linux $mvn archetype:generate 

mvn archetype:generate
2. Untuk pertama kali, maven akan mendownload daftar artifact yang masih belum ada dalam directory m2 kita

Download Repository

3. Setelah selesai mendownload, akan muncul pilihan artifact maven archetype quickstart

4.Selanjutnya akan ada inputan code interactive mode agar kita memasukkan informasi yang dibutuhkan oleh maven.

  • Define value for property ‘groupId ‘ : property untuk root package dari project)
  • Define value for property ‘artifactId ‘ : property untuk nama aplikasi
  • Define value for property ‘version’ : property untuk nomor versi aplikasi (bisa kosongkan secara default 0.0.1-SNAPSHOT)
  • Define value for property ‘package’ : property untuk nama application package
5. Selesai. Project bisa diimport kedalam IDE

Instalasi dan Konfigurasi Maven pada Fedora dan Windows

Proses instalasi dan konfigurasi maven dapat dibilang cukup mudah. Karena proses yang dilakukan sama degnan proses instalasi JAVA/ JDK pada umumnya. Mulai dari install, setup path dan test. Berikut langkah- langkah dalam instalasi java pada OS LINUX ( dist. yang saya gunakan Fedora ).

  1. Download Apache Maven
  2. Pada download page apache maven terdapat system requirement yang harus dipenuhi. Link download juga tersedia dalam bentuk binary dan source
  3. Let’s say hasil download maven terdapat pada ” /home/linux/APACHE_MAVEN”. Kemudian, extract file tersebut sehingga menjadi directory APACHE_MAVEN
  4. Lakukan setup path maven supaya console bisa mengenali direktori M2_HOME kita dengan cara :
    linux@linux $ export M2_HOME = /home/linux/APACHE_MAVEN
    linux@linux $ export PATH = /home/linux/APACHE_MAVEN/bin:${PATH}</pre>
    <pre>
  5. Lakukan test konfigurasi dengan cara :
    mvn --version

Berikut langkah- langkah yang instalasi dan konfigurasi maven pada OS Windows.

  1. Download Apache Maven
  2. Pada download page apache maven terdapat system requirement yang harus dipenuhi. Link download juga tersedia dalam bentuk binary dan source
  3. Let’s say hasil download maven terdapat pada “C:\Users\…\Downloads\Compressed\APACHE_MAVEN.zip”. Kemudian, extract file tersebut sehingga menjadi directory APACHE_MAVEN
  4. Lakukan setup path maven supaya console bisa mengenali direktori M2_HOME kita dengan cara
  5. Lakukan test konfigurasi dengan cara :
    mvn --version

 

Pengenalan Apache Maven

Apache Maven adalah sebuah software yang berguna sebagai build tools untuk membangun sebuah aplikasi JAVA. Sebagai build tools maven dapat diibaratkan seperti toolbox untuk membangun sebuah rumah yang bisa terdiri dari berbagai macam alat yang disatukan dalam satu tempat. Maven sudah dijadikan standar pembuatan aplikasi oleh banyak developer di dunia. Dasar dijadikannya maven sebagai standar pembuatan aplikasi adalah karena portabilitas, flexibilitas, dan efektifitas yang diberikan oleh maven untuk membangun sebuah aplikasi yang baik. Beberapa permasalahan umum yang biasa ditemui developer yang telah diberikan solusi oleh maven sbb :

  1. Multiple jars : banyaknya jar yang bertautan antar satu dengan yang lain memaksa developer untuk mencari satu persatu berikut memilah dan memilih supaya sesuai dengan kebutuhan project. Multiple jars, juga terkadang menyulitkan developer untuk mengimport project dari satu IDE dengan IDE yang lain dikarenakan kompatibilitas antar IDE yang berbeda.
  2. Dependency and version : Maven menangani permasalahan multiple jar dengan memberikan fasilitas dependency management. Selain itu, management version juga terkadang menjadi masalah developer untuk mengupgrade aplikasi dari versi sebelumnya. Hal ini, juga telah disediakan fasilitas oleh maven agar developer mudah mengatur versi sebuah aplikasi.
  3. Project structure : Setiap developer pasti memiliki style dan aturan masing- masing dalam membuat program. Hal ini, tentu menjadi masalah jika developer A ingin membagi projectnya dengan developer B karena developer B mau tidak mau harus mempelajari rule packaging dan letak- letak konfigurasi dalam program tersebut. Nah, dengan menggunakan maven, developer tidak perlu membuat aturan ataupun konfigurasi masing- masin. Maven telah membuat standar untuk berbagai macam jenis project. Jadi, walaupun pindah IDE ataupun platform project, maven memastikan agar struktur project tersebut seragam.
  4. Building, publishing and deploying : yup, untuk building pastilah maven bisa, namun bagaimana jika kita ingin mempublish project kita agar bisa reusable dan bisa digunakan oleh orang lain. Maven telah menyediakan fasilitas untuk mempublikasi project kita di  PUBLISH MAVEN.  Untuk deploy project , kita juga bisa menggunakan maven semisal menggunakan Jetty Server. Artinya, kita tidak perlu deploy project secara manual melalui console yang disediakan Application Server untuk deploy, namun kita bisa secara langsung menggunakan maven untuk melakukan proses deploy tersebut.
  5. Supported by All JAVA IDE : Karena maven telah digunakan sebagai standar internasional,  maka hampir seluruh IDE java yang populer seperti Eclipse, Netbeans, Intellij IDEA sudah mensupport project maven. Sehingga, jika kita ingin berpindah dari satu IDE ke IDE yang lain itu akan sangat mudah dilakukan.

Kesimpulannya, dengan menggunakan maven developer lebih dimanjakan dalam membuat aplikasi dengan fasiitas- fasilitas yang telah disediakan oleh maven. Maka dari itu, mulai dari sekarang